6 Pakan Alami Ikan Cupang Dan Ikan Hias

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas 6 pakan alami ikan cupang ataupun ikan hias yang di berikan para kalangan pembudidaya maupun penghobi pada cupang peliharaannya ataupun ikan hias.di samping pakan alami ini mudah di dapat di alam, kandungan gizinya juga sangat bagus. Sebab ikan cupang maupun ikan hias ini cenderung lebih menyukai makanan yang bergerak.
Diantaranya :


1.Infusoria

Merupakan pakan alami dari golongan protozoa.memiliki ukuran bervariasi antara 25-300 micron, ukurannya yang sangat kecil ini di peruntukan untuk anak ikan cupang yang baru menetas. Kita bisa melihatnya dengan senter sekilas tampak seperti bintik bintik putih yang bergerak. Kemudian bagaimana cara kita mendapatkan infusoria ini, caranya yakni dengan mengkulturnya. Pertama siapkan wadah berupa botol mineral kemudian potong di bagian leher, lalu isi air kurang lebih 3/4 wadah. Wadah yang sudah terisi air kemudian masukkan sayuran berupa kol atau yang lainnya. Setelah itu masukkan juga bibit infusoria sebagai starter bakteri yang bisa kita cari di selokan ataupun di kolam, cukup ambil sedikit saja. Tutup wadah tersebut dengan kain agar sirkulasi udara lancar dan simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung. Setelah kurang lebih 3 atau 4 hari infusoria sudah siap di panen cara pemberiannya dengan menyedot air dari botol yang berisi infusoria ke dalam wadah larva cupang atau dengan menuangkannya ke dalam baskom maupun ember dan di tebarkan ke tempat pemeliharaan larva cupang.

2.Artemia (brine shrimp)
Adalah sejenis hewan renik atau udang primitif dari keluarga Artemiidae. Artemia ini dahulu disebut Cancer salinus. Namun sejak tahun 1819 berubah nama menjadi Artemia salinas. Hewan ini hidup di perairan yang berkadar garam tinggi, berukuran panjang 1-2 cm untuk yang dewasa dan 0,4 mm yang baru menetas. Pakan alami ini di peruntukan untuk larva ikan yang baru menetas atupun benih udang. Memiliki kandungan nilai gizi yang tinggi, juga mudah di kembangbiakan atau di kultur.

Berikut alat yang harus di siapkan sebelum mengkultur atau menetaskan artemia ini :

  1. Botol plastik/bekas air mineral ukuran 1/1,5 liter.
  2. Selang oxygen.
  3. Pompa udara (Aerator).
  4. Garam laut.
  5. Telut artemia.
  6. Wadah.

Cara menetaskan telur artemia di antaranya :
6 Pakan Alami Ikan Cupang atau Ikan Hias
Cara Kultur Artemia
Siapkan botol air mineral,isi air dengan larutan garam 1 sendok makan/liter. Kemudian media air tersebut beri 1 sendok Artemia Mix atau Supreme Plus. Lanjut ke proses pengaerasian dengan alat pompa udara (Aerator) agar tidak ada artemia yang mengendap, setelah 24 jam matikan mesin pompa (Aerator) dan biarkan sekitar 20 menit agar Artemia yang sudah menetas mengendap di dasar botol dan cangkangnya tetap berada di permukaan air. Lalu selanjutnya saring Artemia yang berwarna orange dengan saringan yang halus, bilas dengan air bersih dan Artemia tersebut sudah bisa di berikan ke larva ikan atau benih udang.

3.Kutu air (Daphnia sp)
Sangat cocok di berikan bagi benih ikan (burayak) yang masih dalam tahap pertumbuhan ataupun untuk ikan dewasa. Kutu air bisa di temukan di perairan tawar seperti danau, waduk, kolam, atau selokan yang memiliki suhu air 26-30°C dengan PH 6,5-7,5. Selain kita bisa mendapakatkan di alam, kita juga bisa mengkulturkannya sendiri dengan cara :
Siapkan bak atau kolam dengan ukuran yang tidak begitu lebar agar mudah perawatannya, lalu isi air disesuaikan dengan lebar media. Kemudian tambahkan pupuk untuk menciptakan pakan plankton sebagai makanan untuk kutu air ini berupa pupuk kandang atau kotoran ayam.lalu diamkan selama 2-4 hari, setelah media siap lalu di beri bibit kutu air. Dalam waktu 1 minggu akan terlihat warna merah di atas permukaan air, yang artinya kutu air sudah bisa di panen.

4.Jentik Nyamuk (Cuk)
Salah satu hewan yang bisa di manfaatkan sebagai pakan alami untuk ikan cupang maupun ikan hias lainnya. Memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang baik untuk di berikan ke larva ikan ataupun ikan dewasa. Jentik nyamuk (cuk) populasinya sangat banyak pada saat musim kemarau. Bisa kita temukan di air yang tergenang atau selokan. Namun sebaiknya jentik nyamuk (cuk) tidak di kultur karena akan memperbanyak populasi nyamuk di rumah kita,kita cukup mengambilnya di alam sesuai dengan jumlah ikan yang kita miliki. Pemberian makan pun juga di usahakan sekali habis karena jentik nyamuk (cuk) yang tidak termakan bisa menjadi nyamuk. Pemberian cukup di lakukan 2 kali sehari.

5.Cacing Sutra (Tubifex worm)
Jenis pakan alami ini sangat cocok untuk pembesaran ikan cupang maupun ikan hias.memiliki kandungan (protein 57% dan lemak 13%), cacing sutra ini banyak di perjual belikan oleh pedagang ikan hias harganya yang relatif murah jadi kita tidak perlu repot mencarinya. Sebelum bisa di berikan untuk ikan, biasanya cacing sutra di lakukan treatment untuk membersihkannya agar tidak ada bakteri yang ikut termakan. Dengan cara larutan antibiotik berupa Tetracylin atau methylene blue, perendaman di lakukan kurang lebih 12 jam setelah itu baru bisa di berikan pada ikan hias. Dibalik keuntungan menggunakan cacing sutra, namun ada kekurangan yang di bawa cacing sutra yakni protozoa atau bakteri yang bisa menyerang insang maupun pernapasan. Jadi sebaiknya berilah pakan alami yang bervariasi setiap harinya.

6.Cacing Darah (Blood worm)
Hewan yang memiliki panjang sekitar 1-2 cm berbentuk menyerupai potongan-potongan benang serta berwarna merah ini memiliki kandungan nutrisi dan kaya akan protein bagi ikan. Namun perlu di ketahui, hewan ini bukan dari golongan cacing-cacingan, melainkan larva serangga (nyamuk chironomus) yang tidak menggigit dan hanya bisa di jumpai di perairan berlumpur atau berpasir yang kaya akan bahan organik sebagai makanannya. Di pasaran, cacing darah (blood worm) di jual dalam keadaan hidup, atau beku. Namun sayangnya untuk cacing darah yang dalam keadaan hidup hanya bertahan sekitar 2-3 hari. Alternatif lain kita bisa membeli cacing beku (frozen bloodworm), selain bisa bertahan sampai berbulan-bulan di freezer cara pemberian untuk ikan pun cukup praktis, hanya dengan mencairkannya.

Itulah  6 pakan alami ikan yang bisa anda berikan untuk ikan cupang ataupun ikan hias, bagi yang masih burayak maupun yang sudah dewasa.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat. Terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "6 Pakan Alami Ikan Cupang Dan Ikan Hias"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel