Panduan Budidaya Bawang Putih yang Tepat dan Menguntungkan

Bawang putih merupakan bahan  bumbu dapur yang sangat dibutuhkan baik di rumah tangga maupun usaha kuliner. Sayangnya, bawang putih ini sering tiba-tiba menjadi langka sehingga harganya melonjak tinggi. Kurangnya petani bawang putih membuat keadaan ini sering terjadi. Padahal, budidaya bawang putih sendiri pada dasarnya cukup mudah dilakukan,
Panduan Budidaya Bawang Putih yang
Sumber foto : pixabay
Mengingat begitu banyak manfaat yang dimiliki bawang putih, saat ini banyak petani yang ingin membudidayakannya sebagai usaha. Permintaan pasar yang tak pernah sepi dan harga yang cenderung tinggi menjadi alasannya. Sebelum memulai budidaya bawang putih, tentu saja Anda perlu menambah wawasan terlebih dahulu tentang cara budidaya bawang putih di bawah ini.
Persiapan Bibit Bawang Putih
Sebelum memulai budidaya bawang putih, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bibitnya. Perlu diketahui, ada banyak jenis bawang putih yang dijual di pasaran. Tetapi untuk dijadikan bibit, sebaiknya membeli di toko pertanian yang menjual bibit bawang putih dengan berbagai varietas. Karena untuk budidaya, haruslah mencari bibit yang jelas diketahui varietas /jenisnya.
Kalau bawang putih yang dijual di pasar, tidak diketahui varietasnya. Dan ini tentu saja akan mempersulit perawatannya. Apalagi mengingat karena setiap varietas pasti memiliki cara perawatan yang berbeda, demikian juga nutrisi yang dibutuhkannya. Selain itu, bawang putih yang dijual dipasaran biasanya diberi bahan kimia untuk membuatnya awet. Bawang putih seperti ini tentu saja tidak bagus unruk dijadikan bibit.
Nah, lebih jelasnya, pastikan Anda mengenali dengan baik karakteristik bibit yang bagus. Pengetahuan ini akan sangat bermanfaat baik saat membelinya di toko maupun di pasar. Sedangkan ciri-ciri bibit bawang putih yang bagus adalah sebagai berikut.
  • bebas hama dan penyakit
  • pada pangkal batang terasa penuh dan keras
  • siung bawang permukaannya licin, keras, dan tidak keriput
  • ukuran siung antara 1, 5- 3 gram.
Ketahui Dulu Masa Tanam Bawang Putih
Varietas dari bawang putih ada bermacam-macam. Setiap varietas memiliki ciri yang berbeda termasuk cara menanam dan musim yang pas buat menanam. Untuk mendapatkan hasil panen yang bagus, para petani harus memperhatikan kapan masa tanam yang pas untuk budidaya bawang putih ini.
Bawang putih akan bisa tumbuh dengan subur bila ditanam pada musim gugur. Hasil panen yang ditanam pada musim gugur akan memiliki siung yang lebih besar dibanding dengan yang ditanam pada musim lainnya. Bagi negara yang hanya mempunyai 2 musim seperti Indonesia, masa tanam yang baik diperkirakan pada bulan Februari atau Maret.
Persiapan Lahan
Hal yang penting dalam budidaya bawang putih selanjutnya adalah, petani harus menyiapkan lahan yang pas. Tentu saja tujuannya agar mendapatkan hasil panen terbaik.
Lahan yang dibutuhkan dipastikan mendapatkan cukup sinar matahari. Menanam bawang putih dilakukan dengan memasukkan 1 siung bawang purth ke dalam lubang  yang telah disiapkan dengan kedalaman 2-3 cm. Sedangkan jarak lubang satu dengan lainnya sekitar 20 x 20 cm.
Proses Perawatan
Dalam proses budidaya bawang putih, yang paling harus perhatikan oleh para petani adalah perawatannya. Perawatan penting karena proses pertumbuhan tanaman bawang putih dari mulai tunas hingga terbentuk umbi ditentukan oleh tahapan tersebut. Tanpa perawatan yang maksimal, maka hasil yang didapatkan dalam proses budidaya pun tidak akan memuaskan.
Perawatan yang harus dilakukan pada tanaman bawang putih meliputi penyiraman dan pemberian pupuk. Kedua hal ini harus dilakukan secara teratur dan bergantian agar tanaman bisa tumbuh dengan subur. Sedangkan untuk pemaparan selengkapnya ada di bawah ini
  1. Penyiraman
Tanaman bawang membutuhkan air yang tidak sama bagi setiap varietasnya. Umumnya bawang putih tidak membutuhkan terlalu banyak air. Tanah yang terlalu basah akan membuat akar membusuk dan bisa menyebabkan tanaman bawang putih mati. Menyiram cukup dilakukan 2-3 hari sekali pada awal masa tanam. Selanjutnya, cukup 7-15 hari sekali pada saat tanaman dalam masa pembentukan tunas dan umbi.
  1. Pemupukan
Memberikan pupuk termasuk perawatan yang harus dilakukan pada budidaya bawang putih. Pemberian pupuk bertujuan untuk memberikan nutrisi tambahan pada tanaman. Pemupukan juga penting karena belum tentu tanah yang digunakan untuk menanam mengandung unsur-unsur yang diperlukan bawang putih ini. Dengan memberikan pupuk diharapkan kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Selebihnya, perlu diketahui bahwa pemberian pupuk juga harus sesuai jadwal dan dosis yang sudah ditentukan. Jadwal pemberian pupuk dan jenis pupuk yang perlu Anda terapkan bisa dilihat di bawah ini.
  • pupuk kandang / kompos sebanyak 10-20 ton / hektar
  • nitrogen sebanyak 200 kg/ ha
  • P2O5 sebanyak 180 kg/ ha
  • K2o sebanyak 60 kg / ha
  • Sulfat sebanyak 142 kg / ha
Pemberian semua jenis pupuk tersebut dilakukan 3x selama masa tanam. Yaitu yang pertama pada saat bibit pertama kali ditanam. Yang kedua pupuk diberikan pada saat tanaman mulai bertunas, dan yang terakhir diberikan saat tanaman sudah mulai membentuk umbi.
Masa Panen
Masa panen merupakan masa yang ditunggu-tunggu oleh setiap petani, termasuk petani bawang putih. Pada masa panen ini petani akan dapat menikmati hasil kerja keras budidaya bawang putih yang dilakukannya selama ini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menghadapi masa panen bawang putih sebagaimana keterangan berikut:
  1. Waktu Panen
Bawang putih bisa dipanen setelah mencapai umur 90- 120 hari. Sebelum masa ini, sebaiknya bawang putih tidak dipanen terlebih dahulu. Karena bila umurnya masih terlalu muda, aroma bawang putih tidak terlalu kuat. Hal ini tentunya akan mengurangi harga jualnya. Disamping itu, bawang putih yang masih muda tidak akan awet disimpan dan cepat rusak.
Sebaliknya, bawang putih yang ditanam lebih dari umur 120 hari juga memiliki kualitas yang kurang bagus karena umbi-umbinya akan keras yang menyebabkan aroma yang keluar juga menjadi berkurang. Otomatis, harga jualnya juga menjadi berkurang.
  1. Perawatan Sebelum Panen
Mendekati masa panen, sebaiknya, pengairan/penyiraman dan pemberian pupuk dihentikan. Hal ini dikarenakan pada saat itu, kebutuhan nutrisi sudah cukup dan tanaman tidak lagi melakukan proses pertumbuhan. Jadi pemupukan saat mendekati masa panen akan sia-sia saja.
Mendekati masa panen penyiraman juga harus dihentikan. Apabila tanaman terus disiram, tanah menjadi basah terus dan umbi yang sudah terbentuk bisa rusak dan membusuk. Keadaan ini tentunya akan mengurangi kualitas dari bawang putih yang berakibat menurunnya harga jual. Dua hal tersebut merupakan tips dalam membudidayakan tanaman tersebut yang sangat penting untuk diperhatikan.
  1. Cara Panen
Panen dilakukan cukup dengan mencabut tanaman beserta umbinya dengan tangan. Bawang putih memiliki akar serabut, jadi tidak akan terlalu sulit untuk mencabutnya. Setelah dibersihkan tanahnya, sebaiknya keringkan dulu bawang putih sekitar 2 mingguan agar bisa benar-benar kering dan tidak ada kandungan airnya. Semakin kering bawang putih, maka akan semakin lama bawang putih bisa disimpan.
Kebutuhan masyarakat akan bawang putih semakin hari semakin meningkat. Mengetahui cara budidaya bawang putih yang benar, diharapkan petani bawang putih semakin terlatih untuk mengembangkan usahanya. Tentu saja dengan hasil panen yang bagus, penghasilan bagi para petani bawang putih pun akan semakin tinggi.

Belum ada Komentar untuk "Panduan Budidaya Bawang Putih yang Tepat dan Menguntungkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel