Cara Pemupukan Semangka, Tips Perawatan dan Pemanenannya

Semangka adalah buah banyak air yang sangat nikmat jika dimakan saat musim panas. Buahnya yang besar dengan rasa manis sangat cocok jika langsung dimakan atau dengan cara dibuat jus hingga digabungkan dengan jenis buah lain untuk dijadikan es campur. Namun, untuk menjadikan tanaman ini subur, tentu pemelihara perlu mengetahui cara pemupukan semangka yang tepat. Berikut yang perlu Anda diketahui.
Cara menanam semangka,perawatan,pemanenan
Menanam semangka-Photo Shutterstock
Pupuk Saat Lahan Disiapkan
Perlu Anda ketahui bahwa semangka akan sulit besar jika kaliumnya berkurang. Biasanya, semangka yang kekurangan kalium akan memiliki ukuran yang kecil dan rasa yang kurang memuaskan ketika dinikmati. Selain itu, bentuk semangka tidak akan bulat cantik dan tidak renyah ketika digigit jika unsur haranya tidak sesuai dengan kebutuhannya.
Sejatinya, Anda memang perlu terlebih dahulu memeriksa unsur hara yang ada pada tanah yang akan digunakan untuk menanam semangka. Jadi, jika tidak sesuai, bisa dipilih pupuk yang menunjang. Misalkan jika pH-nya sangat rendah, gunakan dolomit sebagai penunjang. Namun, jika dalam keadaan normal, Anda tidak perlu menggunakan dolomit.
Biasanya, pupuk yang dipilih yaitu pupuk KCI atau pupuk NPK. Nah, mari dimulai dengan menyiapkan pupuk yang akan digunakan untuk lahan awal. Gunakan pupuk kandang atau kompos dan jangan lupakan untuk penambahan pupuk kimia agar lahan semakin subur. Merasa kurang? Anda juga bisa tambahkan pupuk organic cair yang memang memiliki unsur hara dan decomposer yang dibutuhkan.
Perhatikan ukuran pupuk yang dibutuhkan berikut ini:
  • Jika Anda menggunakan pupuk kandang, dosisnya kurang lebih 1 kg per lubang tanaman. Cara menggunakannya adalah dengan memasukkannya ke dalam lubang kemudian campur dengan tanah sampai merata.
  • Kemudian ada pupuk ZA yang dosisnya 15 gram per lubang penanaman semangka.
  • Pupuk jenis SP 36 dengan dosis 30 gram per lubang tanam.
  • Pupuk KCL dengan dosis 15 gram per lubang tanam.
Jangan sembarangan dalam penggunaan pupuk ini.  Menggunakan pupuk jenis ZA, pupuk jenis SP 36, dan pupuk jenis KCL yang benar adalah dengan cara ditabur di atas lubang, kemudian diaduk bersamaan dengan tanah. Beri jangka waktu selama 7 hari sebelum bibit semangka dimasukkan. Cara pemupukan semangka satu ini perlu Anda pahami supaya tanaman tumbuh dengan baik dan tanpa cacat.
Jika Anda ingin menggunakan pupuk POC atau pupuk organic cair, ini bisa dijadikan sebagai opsional. Yang perlu Anda lakukan dengan pupuk jenis ini adalah menyemprotkkan di tiap lubang sesuai dengan dosis yang tertera pada bungkus.  
Pemupukan Saat Masa Tanam
Semangka membutuhkan tanah yang lembab dan memiliki air mengalir yang baik, dengan begitu akan tumbuh subur dan besar. Salah satu rahasia agar semangka Anda bisa sesuai harapan adalah dengan memberikan pupuk kompos. Cara pemupukan semangka dengan kompos adalah dengan memberikannya di atas tanah kemudian diaduk.
Kegunaan kompos tidak sekadar pupuk, tapi juga untuk memperbaiki struktur tanah dan membantu tanah untuk mengikat unsur hara lebih lama dan tetap lembab. Namun, selain kompos, ada pupuk jenis lain yang bisa mulai digunakan sejak 7 hari setelah tanam.
Anda bisa menggunakan pupuk ZA dengan dosis 2,5 sampai dengan 4 gram per tanaman. Ada juga pupuk SP-36 yang menggunakan dosis 1,25 sampai 2 gram per tanaman, atau Anda juga bisa mengandalkan pupuk jenis KCL yang dosisnya 0,75 sampai 1,25 gram. Lakukan pemupukan tiap tujuh hari sekali sampai umur semangka memasuki usia 35 hari.
Tidak sampai disitu, Anda juga sebaiknya memasang mulsa atau berupa material penutup tanaman. Mulsa tidak sekadar penutup, tapi juga bisa membantu melindungi tanaman terhindar dari gulma juga membantu meningkatkan retensi kelembaban tanah. Gulma sangat berbahaya bagi semangka karena bisa mencuri nutrsisi baik untuk semangka.
Pemupukan Susulan
Setelah semangka memasuki usia 45 hari, ini lah saatnya Anda melakukan pemupukan susulan. Tanda dimana Anda harus melakukan pemupukan tahap ketiga vegetative adalah jika tanaman semangka sudah muncul bunga. Pemupukan pada masa ini memiliki tujuan agar semangka berproses dengan dengan optimal.
Yang perlu Anda ingat adalah dosisnya. Jika Anda menggunakan pupuk NPK maka dosisnya adalah 2 gram, pupuk KNO3 Merah yang berfungsi untuk mempercepat proses pembungaan dan memiliki dosis 2 sampai 5 gram, pupuk KNO3 dengan kalium tinggi bisa mencegah kegagalan tumbuh buah yang dosisnya 2 sampai 5 gram, dan pupuk kalsium yang merupakan vitamin tumbuhan dengan dosis 2 gram.
Dosis tadi kemudian dicampurkan ke dalam air karena akan lebih mudah pupuk sampai ke dalam tanah dan diserap oleh akar. Cara pemupukan semangka ini disebut dengan sistem kocor. Kocorkan air tadi dengan jarak 10 sampai 15 cm dari pangkal tanaman dengan dosis 300 ml per tanaman.
Namun, ketika semangka sudah mulai merambat, Anda bisa menggunakan pupuk dengan sistem 33-0-0 kemudian langsung siram dengan air agar pupuk bisa sampai ke akar. Ulangi langkah ini ketika buah sudah mulai tampak. Ini akan meningkatkan produksi semangka dengan lebih cepat.
Hal yang Perlu Diingat dalam Merawat Semangka
Selain cara pemupukan semangka, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan supaya tidak gagal panen, salah satunya seperti penyiraman buah ini. Dalam hal ini Anda harus memperhatikan waktu dan cuaca. Jika saat itu sedang sering hujan, Anda tidak perlu terlalu sering menyiram tanamannya. Namun, saat musim kemarau, setidaknya siram tanaman semangka 3 hari satu kali.
Ketika semangka sudah semakin besar, justru jangan sering-sering disiram karena akan membuat rasa manis alaminya jadi hilang. Jangan lupa juga untuk mengatur ranting karena ini akan mempermudah penataan dan perawatan.
Penyiangan pun sebaiknya diperhatikan supaya semangka tetap tumbuh baik tanpa cacat. Penyiangan baiknya dilakukan jika sudah mulai tumbuh gulma yang mengganggu buah.
Panen Semangka
Bagaimana ciri semangka yang dibudidaya sudah siap panen? Coba perhatikan, biasanya semangka yang sudah matang cirinya adalah memiliki tangkai dengan warna kecoklatan dengan batang yang mengecil dan kering. Selain itu, warna kulitnya akan menggelap, bukan lagi hijau terang melainkan kea rah hijau tua dan ketika Anda ketuk buahnya, tidak akan menimbulkan suara yang nyaring.
Umur panen semangka antara 3 sampai 4 bulan dan tanaman yang sukses biasanya menghasilkan buah antara 3 sampai dengan 4. Walau cukup lama, semangka memiliki nilai jual yang cenderung stabil dan memiliki pasar yang luas. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika berniat memiliki usaha pertanian semangka.


Nah, itulah tadi  pemupukan semangka yang benar supaya subur dan tumbuh dengan optimal. Semoga dengan membaca ulasan di atas, Anda jadi lebih memahami kiat-kiat merawat semangka. asal Anda mau telaten dan sabar, budidaya semangka akan memberikan rasa yang manis untuk lidah dan juga keuangan Anda. selamat mencoba!

Tidak ada komentar untuk "Cara Pemupukan Semangka, Tips Perawatan dan Pemanenannya"