Cara Budidaya Ikan Arwana yang Menguntungkan

Selain memancing ikan, budidaya ikan juga merupakan hal yang tak kalah menyenangkan. Selain hanya untuk sarana menyalurkan hobi, hal tersebut juga bisa menambah pendapatan. Anda mungkin tak asing dengan ikan arwana bukan? Ikan ini adalah jenis ikan yang banyak dibudidayakan. Penasaran caranya? Berikut penjelasan mengenai budidaya ikan arwana.
Arwan silver
Sumber gambar-pixabay
Persiapan Tempat Hidup Ikan Arwana   
Biasanya ikan arwana akan betah tinggal di dalam tempat yang ia mudah berkembang biak. Dalam hal ini tempat yang pas untuk ikan arwana adalah kolam dengan banyak terdapat bebatuan sehingga ikan arwana tidak cepat mati.
Ikan arwana merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak peminatnya. Oleh karena itu jika Anda tidak ingin mengalami kerugian karena tidak bisa memperbanyak ikan arwana, Anda harus benar-benar memperhatikan tempat hidup ikan arwana. Berkaitan dengan itu, penyesuaian suhu, Ph, dan kebersihan kolam adalah hal yang utama.
Menjaga Ph Air Tempat Hidup Ikan Arwana
Cara budidaya selanjutnya adalah dengan menjaga Ph air ikan arwana. Pemilik harus mengetahui karaktek air yang terdapat di dalam kolam agar selalu jernih dan alangkah baiknya air harus tetap mengalir. Anda harus mengetahui bahwa Ph yang baik untuk ikan arwana, yakni antara 6 atau 7, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang.
Memperhatikan Suhu Air
Cara budidaya ikan arwana yang ketiga yakni dengan memperhatikan suhu di dalam air. Anda harus mengetahui berapa temperatur air yang dibutuhkan ikan arwana. Biasanya hal itu berkisar antara 26-30° derajat celcius. Selain itu jangan lupakan dengan pencahayaan yang cukup.
Apakah berarti Anda harus meletakkan langsung akuarium di bawah sinar matahari? Jelas tidak karena ikan arwana tidak bisa hidup langsung di bawah sinar matahari. Cukup dengan memberinya pencahayaan dari lampu agar ikan arwana tetap hidup.
Perbedaan Memelihara Ikan Arwana di Akuarium Serta di Kolam
Anda harus mengetahui betul media apa yang digunakan untuk melakukan budidaya ikan ini dan bagaimana perbedaannya. Jika Anda menggunakan akuarium sebagai medianya, maka ketika ikan itu tumbuh besar Anda harus meletakkannya di akuarium yang berbeda.
Alasan pemisahan ini karena ikan arwana dewasa tidak bisa ditempatkan dalam satu akuarium. Sedangkan apabila Anda melakukan budidaya dengan media kolam maka kolam ikan harus luas sehingga ikan arwana dewasa bisa tetap berkembang biak dengan mudah.
Pemilihan Induk Ikan
Setelah Anda memahami dan menyiapkan media untuk memelihara ikan arwana maka langkah selanjutnya adalah dengan memikirkan jenis ikan arwana seperti apa yang akan Anda budidayakan. Ada jenis ikan arwana bernama super red yang memiliki daya jual tinggi sampai lima juta bisa menjadi pilihan untuk Anda. Pastikan dalam hal ini memilih induk yang sehat dan berkualitas.
Proses Pemijahan Ikan Arwana
Cara budidaya ikan arwana selanjutnya adalah terkait dengan proses pemijahan. Pemijahan adalah proses pengeluaran sel telur induk betina dan sperma oleh induk jantan yang kemudian diikuti oleh dengan perkawinan. Anda harus mengetahui bagaimana ikan arwana jantan dan betina melakukan pengenalan ke lawan jenisnya.
Masa pengenalan yang dilakukan ikan arwana jantan kepada betina berlangsung selama beberapa minggu ataupun beberapa bulan. Ketika malam hari arwana jantan akan mendekati permukaan air dan mengejar betina di sekeliling kolam. Ini berlangsung selama 1-2 minggu, lalu terjadi pemijahan. Setelah itu sel telur jingga kemerahan keluar dan dimasukkan ke dalam mulut arwana jantan lalu diinkubasi.
Lalu untuk membedakan jenis kelaminnya bisa melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Jika arwana jantan mempunyai bentuk tubuh yang lebih langsing dan sempit serta memiliki mulut yang lebar dan besar. Sedangkan ikan arwana betina adalah sebaliknya. Bentuk mulut lebar dan besar ikan arwana jantan memiliki tujuan untuk inkubasi telur.  Musim kawin ikan biasanya terjadi pada bulan Juli dan Desember.
Panen Larva
Untuk melepaskan larva dari induk arwana jantan Anda bisa dengan menggunakan jaring halus lalu dengan hati-hati menangkapnya agar ikan tersebut tidak berontak. Lalu ambillah handuk katun untuk menyelimuti ikan arwana. Untuk mengambil larvanya, tekan sedikit tubuh ikan arwana sambil menarik mulut bagian bawah secara perlahan.
Larva kemudian dimasukkan ke dalam wadah plastik dan diinkubasi ke dalam akuarium. Inkubasi telur induk betina arwana secara normal membutuhkan waktu sekitar 8 minggu dan bisa diambil larvanya dari dalam mulut pada satu bulan setelah pemijahan.
Proses Pembesaran Benih
Cara budidaya ikan arwana yang selanjutnya adalah proses pembesaran benih. Anda harus menunggu sampai ikan arwana berukuran 12 cm. Untuk benih yang masih kecil berukuran sekitar 1 cm dapat diberi makan cacing pita.
Jika ikan arwana sudah berukuran sebesar 12 cm maka Anda harus memisahkan ikan tersebut dengan ikan-ikan arwana kecil lainnya. Hal ini karena salah satu sifat ikan arwana yakni pemakan segalanya sehingga ia tidak memperdulikan yang dimakan itu anaknya atau bukan.
Pemberian Pakan Ikan Arwana
Anda juga harus mengetahui makanan jenis apa yang tepat untuk ikan arwana. Makanan yang baik adalah gabungan pellet yang mengandung 32% protein dan beragam pakan hidup berupa ikan mas, udang, atau potongan daging dan kepiting kecil.
Pemberian pakan biasanya diberikan sekitar dua persen dari berat ikan arwana setiap harinya. Ini dilakukan sebanyak dua kali sehari yakni pada waktu pagi hari dan sore hari.
Proses Pembersihan Aquarium Secara Rutin
Hal ini tidak kalah penting dalam proses budidaya yakni melakukan pembersihan tempat hidup ikan arwana secara rutin. Ada beberapa tahapan dalam membersihkan aquarium seperti bisa menggunakan jeruk nipis yang dibelah dua lantas menaburi aquarium bagian dalam dengan bubuk soda kue. Lalu gosok-gosok bagian kaca yang berkerak. Diamkan beberapa saat sampai bereaksi lalu bilas.
Sebelumnya keluarkan terlebih dahulu dekorasi yang terdapat di dalam aquarium lalu mulai membersihkannya. Hal ini harus rutin dilakukan agar ikan arwana nyaman. Proses yang sama juga perlu dilakukan jika menggunakan media kolam yakni dengan rutin mengganti airnya.
Perawatan Ikan Arwana  dari Penyakit
Jika pada perut ikan arwana terdapat bintik merah dan di sisiknya terkelupas maka hal yang perlu Anda berikan adalah obat anti bacterial dan 10 liter air. Masukkan ikan arwana ke dalamnya dan diamkan selama 24 jam lalu buang sebagian air dan beri air yang baru.
Kemudian masukkan garam ikan sebanyak 10-15 sendok makan dan masukkan kembali obat antibiotic. Lakukan hal yang sama selama 5 hari sampai ikan menunjukkan kesembuhannya dan kurangi dosis jika mulai sembuh. Tetap beri makan selama masa pengobatan.
Lalu, jika terdapat bintik putih pada sirip ikan maka Anda harus membius arwana terlebih dahulu, masukkan ke dalam wadah berisi air bercampur Permenganat Kalium. Setelah itu pegang ikan dengan hati-hati kemudian bersihkan sirip yang ada bercaknya.
Jika arwana menggigit ekornya maka yang Anda perlu lakukan adalah berikan garam ikan dengan takaran 10-15 sendok makan dan obat anti bacterial sebanyak 1-2 tetes. Berikan pakan yang bersih, kalau perlu direndam terlebih dahulu dengan PK selama 30-60 menit.
Demikianlah beberapa langkah dalam budidaya ikan arwana yang bisa Anda terapkan. Dalam hal ini pastikan melakukan proses budidaya secara maksimal dan tetap memberikan perhatian penuh terhadap ikan. Berikan juga pakan berkualitas untuk menunjang pertumbuhannya.

Belum ada Komentar untuk "Cara Budidaya Ikan Arwana yang Menguntungkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel