Langkah-Langkah Budidaya Ikan Guppy yang Menguntungkan

Di kalangan penggemar ikan hias, nama ikan guppy sudah tidak asing lagi. Salah satu  jenis ikan hias yang mempunyai daya tarik pada keindahan warna dan bentuk ekornya ini memang banyak diburu oleh para penggemar ikan hias. Karena hal ini maka permintaan ikan guppy di pasaran juga tinggi. Hal ini yang akhirnya membuat banyak orang menjadikan budidaya ikan guppy sebagai lahan usaha baru.
Langkah-Langkah Budidaya Ikan Guppy
Budidaya Ikan Guppy, foto by Instagram
Untuk menjalankan  usaha di bidang ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Karena harga beli bibit kan guppy tidak terlalu mahal, jadi tidak membutuhkan modal besar untuk memulai usaha ini. Apalagi harga jual ikan guppy termasuk tinggi, yang jelas akan memberikan keuntungan. Lalu, langkah apa yang harus dipersiapkan  untuk memulai pembudidayaan ini? Berikut rinciannya.
Persiapan Budidaya Ikan Guppy
Persiapan yang paling pokok dan mendasar disini adalah mempersiapkan tempat yang akan digunakan untuk usaha ini. Selain itu, persiapan lain yang harus ada adalah induk akan yang akan digunakan sebagai bibit dari usaha ini.
Pada budidaya ikan guppy, ada beberapa alternatif tentang tempat yang akan digunakan untuk memelihara. Bisa menggunakan kolam, bisa juga dengan akuarium. Karena ukuran ikan guppy yang cukup kecil, maka penggunaan akuarium lebih disarankan. Kecuali budidaya ikan dalam jumlah besar, maka penyediaan kolam lebih disarankan.
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan akuarium ini adalah, ukuran akuarium setidaknya mempunyai tinggi sekitar 30 cm. Selain itu akuraium juga harus bisa menampung air sekitar 30-60 liter disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan menempati. Sebelum ditempati ikan, sebaiknya akuarium dibersihkan dengan larutan garam ikan untuk membunuh kuman dan jamur.
Selain itu, yang harus diperhatikan adalah suhu air yang akan digunakan. Usahakan air mempunyai suhu sekitar 23-28 ⁰ celcius dengan tingkat ph air sekitar 4, 5-7. Air yang akan dimasukkan dalam akuarium hendaknya diendapkan dulu lebih kurang selama semalam sebelum ditempati ikan. Disarankan juga untuk menempatkan alat filter dalam kolam untuk menjaga kebersihan dan kejernihan air.
Proses Pembenihan Ikan
Proses pembenihan ikan adalah proses untuk menghasilkan bibit ikan. Pada proses ini ada beberapa tahapan yang akan dilakukan. Setiap tahapan dilakukan pada tempat yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan agar dalam setiap prosesnya bisa memberikan hasil yang maksimal. Adapun tahap-tahap dalam proses pembenihan pada budidaya ikan guppy  adalah :
1. Proses Pemisahan Induk Ikan
Pada tahap ini indukan yang sudah siap untuk dilakukan proses pembenihan mulai dipisahkan dan ditempatkan pada akuarium tersendiri. Sebelumnya perlu diketahui ciri-ciri dari ikan guppy jantan dan betina. Ikan guppy jantan mempunyai ciri tubuh yang lebih ramping, warna lebih cerah serta ekor lebih bagus mengembang. Sebaliknya ikan betina badannya lebih bulat serta warna kulit lebih gelap.
Untuk menghasilkan bibit ikan yang bagus, disarankan memilih indukan yang bagus pula. Yaitu ikan yang tidak cacat juga sehat dengan ciri-ciri ikan tersebut mempunnyai warna yang cerah serta gerakan ikan juga lincah.
Ikan yang sudah siap melakukan pemijahan biasanya menunjukkan gerakan yang lebih agresif dan lincah. Setelah menemukan indukan yang bagus, ikan ini segera dipisahkan dari kelompoknya dan ditempatkan pada tempat untuk melakukan pemijahan.
2. Pemijahan Ikan
Proses pemijahan adalah proses pembuahan telur ikan oleh ikan jantan. Pada proses ini biasanya memerlukan waktu 1 hari. Tanda-tanda ikan betina yang sudah siap melakukan pemijahan adalah adanya gravidspot pada perut ikan berupa gariƛ-garis hitam melingkar. Tanda ini akan semakin gelap setelah ikan selesai melakukan pemijahan.
3. Proses Penetasan
Setelah selesai melakukan pemijahan yang ditandai dengan warna perut ikan betina menjadi lebih gelap lagi, ikan guppy jantan garus segera dipindahkan ke tempat lain. Proses ini membutuhkan waktu sekitae satu bulan sampai telur-telur tersebut menetas dan lahir bayi guppy yang disebut fry.
Setelah menetas, ikan guppy betina segera dipindahkan ke tempat lain. Hal ini untuk menghindari sifat kanibal guppy yang bisa memangsa anaknya sendiri. Anakan guppy ini tidak perlu diberi makan sampai sekitar 2-3 hari, karena anakan guppy masih mempunyai cadangan makan kuning telur yang melekat pada perutnya.
4. Pendederan Benih Ikan
Setelah berumur 3 hari, fry bisa diberi makan berupa artenia atau kutu air yang disaring terlebih dahulu sampai fry berumur 1 minggu. Setelah berumur 1 minggu fey bisa dipindahkan ke tempat yang lebih besar dengan menempatkan tanaman air yang bisa digunakan sebagai tempat berlindung ikan.
Pada proses ini, anakan ikan guppy bisa diberikan makan infusoria hingga berumur 10 hari, dan diberikan makanan artemia atau udang renik hingga ikan berumur 3 minggu. Setelah berumur 3 minggu, ikan bisa diberi makan cacing sutra dan kutu air. Pada umur ini, ikan siap untuk dijadikan benih.
Proses Perawatan Ikan
Dalam perawatan ikan guppy, ada dua hal penting yang harus diperhatikan dengan baik. Yang pertama adalah kebersihan tempat hidup ikan, dan yang kedua adalah pemberian pakan secara rutin setiap harinya. Untuk rinciannya adalah sebagai berikut.
1. Pembersihan Kolam/Akuarium
Akuarium atau kolam harus rutin dibersihkan untuk menjaga kesehatan ikan guppy. Sebaiknya akuarium diberi alat filter yang bisa membersihkan air dari sisa makanan ikan dan juga dari feses/kotoran ikan. Dengan air yang tetap bersih, maka pertumbuhan ikan pun akan baik.
2. Pemberian Pakan
Menjalankan budidaya ikan guppy harus memahami jenis pakan yang harus diberikan. Ikan guppy termasuk ikan jenis omnivora. Ikan ini selain diberikan pakan berupa pakan alami, juga bisa diberikan makanan tambahan berupa pelet. Pada ikan guppy yang baru lahir, diberikan pakan berupa kutu air, artemia dan cacing sutra. Setelah bertambah besar, bisa diberikan pakan tambahan berupa pelet.
Yang harus diperhartikan pada pemberian pakan adalah, makanan diberikan secara teratur 2 kali sehari. Selain itu, pemberian pakan juga tidak boleh terlalu berlebihan. Karena bila berlebihan, akan membuat sisa makanan terlalu banyak dan akan mengotori air dalam akuarium. Selain itu, sebaiknya diberikan pakan alami dan pakan  secara bergantian untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ikan.
Perawatan Ikan Dari Penyakit
Penyakit yang biasa menyerang ikan guppy ada beberapa macam. Diantaranya ada penyakit white spot. Gejala penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik putih pada tubuh ikan. White spot disebabkan oleh jamur  dan bisa disembuhkan dengan cara pemberian obat anti jamur dari jenis methylite blue yang diteteskan pada air kolam.
Ada juga penyakit kutu ikan dan juga penyakit kutu jarum. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan memberikan kalium permanganate sebanyak 4 tetes pada setiap 4 liter air. Untuk mencegah berbagai penyakit ini, yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan air dalam kolam dengan rutin  mengganti air setiap 7-15 hari sekali.
Budidaya ikan guppy apabila dilakukan dengan tekun dan telaten bisa  memberikan keuntungan yang besar. Mengingat permintaan ikan guppy ini semakin lama semakin meningkat. Apalagi untuk menjalankannya bisa dilakukan dalam skala kecil, sesuai dengan ketersediaan dana yang dimiliki. Jadi siapapun bisa memulai usaha ini, asalkan punya kemauan. 
Demikianlah, pembahasan cara budidaya ikan guppy yang menguntungkan. Semoga artikel ini bermanfaat.
Terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Langkah-Langkah Budidaya Ikan Guppy yang Menguntungkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel