Langkah Mudah Budidaya Ikan Lele

Daya konsumsi ikan lele memang tinggi. Di jalanan dengan mudah kita bisa menemukan penjual olahan ikan lele yang buka setiap hari. Cita rasa lele terkenal gurih dan dagingnya pun empuk. Ini yang menjadi alasan mengapa budidaya ikan lele memiliki peluang besar dalam dunia bisnis di Indonesia.


Baca juga : Tahapan Dalam Budidaya Ikan Gabus

Langkah Mudah Budidaya Ikan Lele
ikan lele sangkuriang,sumber foto facebook


Para pembudidaya pun bisa menyesuaikan jenis kolam yang ingin digunakan. Sehingga bila memiliki lahan terbatas, Anda tetap bisa melakukannya. Jika Anda tertarik terjun ke bisnis budidaya satu ini, Anda wajib mempelajari apa saja cara dalam budidaya lele. Berikut ulasannya untuk Anda.


Cara Tepat Budidaya Ikan Lele
Cara budidaya lele mendasar yang harus disiapkan dari awal yaitu:
  1. Persiapan Modal
Bukan hanya budidaya lele, semua bisnis membutuhkan modal awal untuk bisa memulainya. Dalam bisnis satu ini, Anda harus melakukan persiapan modal yang minimal untuk biaya pembuatan kolam, instalasi dan pompa air, serta biaya produksi.
Sederhananya, Anda membutuhkan segala hal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan pada umumnya. Jika memilih jenis kolam terpal, perkiraan modal awal yang dibutuhkan berkisar 10 jutaan. Jumlah biaya modal awal ini bisa lebih tinggi, atau pun rendah.

  1. Membuat Kolam
Tahapan kedua, setelah menyiapkan biaya modal yang dibutuhkan, mulailah membuat kolam. Jenis kolam yang bisa digunakan dalam budidaya lele ada banyak jenisnya. Seperti kolam terpal yang cukup mudah dibuat dan tidak memakan biaya terlalu besar.
Dalam pembuatannya, Anda pun harus merancang desain kolam yang mendukung pemasangan filter dan alat pompa air. Hal ini disebut juga dengan proses instalasi kolam. Ukuran kolam ikan lele lebih baik dibuat besar karena lele termasuk ikan air tawar yang gerakannya agresif.
Setelah membuat kolam, lanjut instalasi. Air. Perhatikan tingkat keasaman air di dalam kolam. Selain itu pemasangan pompa dan filter pun harus dipantau. Lele biasanya suka hidup di dalam air berlumut, tetapi tetap dalam kondisi baik.

  1. Memilih Bibit Unggul
Selanjutnya, pilihlah bibit ikan lele yang unggul. Artinya dari segi kualitas sangat baik dan bisa diandalkan. Tingkat kualitas bibit atau sering juga disebut benih ini akan memengaruhi hasil budidaya yang Anda lakukan. Selain tentu proses budidaya yang ikut berperan penting.
Ciri-ciri bibit lele unggul ialah warna tubuhnya yang cenderung lebih terang. Gerakannya pun lebih gesit dan terlihat agresif.

  1. Penyebaran Bibit
Kemudian masuk ke tahap penyebaran bibit ke dalam kola. Taruh wadah berisi bibit ke dalam kolam, diamkan sekitar 30 menit hingga 1 jam. Baru miringkan wadah tersebut. Bibit lele membutuhkan waktu untuk beradaptasi, termasuk keadaan kolam dan kondisi air. Seperti menyesuaikan dengan tingkat keasaman air pada kolam.

  1. Sortir Ikan Lele
Kurang lebih 20 hari setelah menebar bibit, tahapan yang harus dilakukan ialah menyortir benih ikan lele yang mulai tumbuh. Ikan lele memiliki sifat kanibal atau sering memakan sesama, khususnya mereka yang bertubuh lebih besar terhadap lebih kecil. Untuk itu dibutuhkan penyortiran antara bibit yang mulai berukuran besar dengan bibir berukuran kecil.
Pemisahan ini bisa dilakukan dengan menyediakan sekat di dalam kolam atau pun menyediakan kolam berbeda. Anda bisa mendapat kerugian bila memaksakan mencampur dua macam bibit yaitu bibit besar dan kecil.

  1. Pemberian Pakan
Berikutnya ialah tahap memberi pakan atau makanan pada ikan lele. Jadwal pemberian pakan dalam sehari ialah tiga kali, pagi, sore, dan malam. Pemberian pakan yang berlebihan akan membuat air kolam lebih cepat kotor dan mengganggu kesehatan ikan. Pakan yang tidak termakan akan mengendap ke dasar kolam, memicu tumbuhnya penyakit bagi lele.
Jenis pakan yang disarankan berupa sentrat 781-1. Karena pada sentrat 781-1 kandungan protein, lemak, vitamin, karbohidrat, dan mineralnya cukup dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi ikan lele sehari-hari. Bila ikan lele terlihat memajukan kepalanya dan melakukan gerakan seolah meminta makan, Anda bisa menambah jadwal atau pun takarannya.

  1. Menghindari Hama dan Penyakit
Hal yang paling ditakuti para pembudidaya ikan lele, atau pun pertenak sekali pun ialah hewan yang mereka pelihara dan rawat terserang hama serta penyakit menular. Sebab hewan-hewan berada di satu tempat yang sama, seperti kolam ikan, maka jika ada satu atau dua ekor ikan yang terserang hama, atau pun penyakit menular, ikan-ikan lain pun akan mudah terserang.
Itu makanya dibutuhkan keahlian dalam pencegahan hama dan penyakit sejak awal. Dalam pencegahan hama, gunakan penghalang atau sekat yang bisa menghalangi hewan dari luar masuk ke kolam. Selain itu dalam mencegah penyakit, gunakan obat-obatan seperti suplemen untuk ikan lele agar daya tahan tubuh mereka lebih baik.

  1. Proses Panen
Tahap kedelapan yaitu memasuki proses panen. Di sini Anda juga butuh menyortir lele-lele yang siap panen dengan memisahkan sesuai kualitasnya. Tentu tidak semua hasil panen akan berkualitas tinggi, pasti ada saja yang hanya sebatas kualitas standar, maupun di bawahnya.
Sortir sesuai kualitas dan apabila dirasa membutuhkan waktu lebih untuk tumbuh, biarkan saja. Jangan dipaksakan. Perhatikan mana ikan dengan kondisi layak konsumsi. Sebab ikan lele merupakan bahan pangan sebagian  masyarakat yang dikenal dengan harga terjangkau.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Agar Budidaya Sukses
Agar proses dalam budidaya ikan lele lebih sukses lagi, beberapa point berikut bisa Anda pelajari:
  • Perhatikan Masa Pasca Panen
Pertama, Anda wajib memerhatikan kondisi saat pasca panen. Pasca panen ini berupa masa yang Anda lalui selepas memasuki tahapan panen. Sehabis panen, pasti Anda ingin secepatnya kembali melakukan budidaya. Pastikan kondisi kolam sudah dibersihkan dan kembali menyortir sisa-sisa ikan lele yang ada sebelum menyebar benih-benih atau lele kecil.

  • Penentuan Harga Jual dan Pemasaran Produk
Budidaya ikan termasuk dalam kegiatan berbisnis. Untuk itu Anda pun harus memikirkan dan mempertimbangkan secara matang mengenai harga jual ikan lele dari kolam Anda. Lalu dalam hal pemasaran produk pun harus menerapkan strategi. Hindari konsep ‘asal terjual saja’ atau berpikir yang penting balik modal saja.
Pertimbangkan harga jual yang tepat ini akan meningkatkan nilai jual dan citra bisnis budidaya lele milik Anda. Usahakan mengadakan kerja sama dengan pihak yang mengolah ikan lele secara rutin seperti restoran atau warung makan.

  • Cari Informasi dan Ilmu Sebanyak-Banyaknya
Usahakan cari informasi dan ilmu sebanyak-banyaknya dari yang sudah berpengalaman. Anda bisa menghadiri acara-acara yang bertemakan budidaya ikan tawar atau pun ikan laut. Tidak hanya menambah informasi dan ilmu, Anda juga bisa memperluas hubungan atau kenalan di bidang yang sama. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi Anda.

Waktu yang dibutuhkan dari memulai penebaran bibit lele hingga memasuki masa panen, Anda membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Ini termasuk waktu yang cukup cepat dalam budidaya ikan air tawar jenis lele sebagai bisnis yang menjanjikan.

Belum ada Komentar untuk "Langkah Mudah Budidaya Ikan Lele"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel