Tahapan Dalam Budidaya Ikan Gabus untuk Pemula

SUKABETTA-Ikan gabus merupakan jenis ikan konsumsi dari perairan air tawar. Ikan ini banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Bahkan ikan ini dipercaya sebagai penyembuh yang cepat bagi orang yang baru saja melakukan operasi.

Karena hal ini, kebutuhan pasar akan ikan gabus ini cukup tinggi, sehingga budidaya ikan gabus banyak dilakukan sebagai lahan usaha.
Baca juga : Cara Budidaya Ikan Nila Untuk Bisnis
Tahapan Dalam Budidaya Ikan Gabus untuk Pemula
Benih Ikan Gabus
Pada dasarnya, ikan gabus merupakan jenis ikan predator yang sangat rakus dan agresif. Pada habitat aslinya ikan gabus memangsa ikan kecil dan binatang lain seperti serangga dan udang yang ada di sekitaran tempatnya berada.

Ikan yang memiliki banyak nama seperti haruan, kocolan, bogo dan bermacam sebutan lain ini biasanya hidup pada perairan air tawar seperti rawa-rawa, waduk, dan juga sungai.

(Pemilihan Tempat Budidaya)

Budidaya ikan gabus bisa dilakukan dalam berbagai tempat. Karena merupakan ikan yang mempunyai ukuran tubuh cukup besar, maka tempat yang harus disediakan untuk budidaya ikan ini juga harus cukup besar. Apalagi bila budidaya ikan dalam jumlah yang banyak. Kolam merupakan tempat yang pas bagi budidaya ikan ini.

Ada beberapa macam kolam yang bisa dijadikan alternatif pilihan bagi pembudidayaan ikan ini. Jenis kolam yang mana yang dipilih, semua bisa disesuaikan dengan kesiapan dana  yang ada. Adapun jenis kolam yang bisa dipakai adalah sebagai berikut.

1. Kolam Tanah

Kolam tanah merupakan jenis kolam yang dibuat langsung di tanah dengan cara digali tanpa diberi lapisan berupa  dinding dan lantai semen. Penggunaan kolam tanah sebagai dalam hal ini memiliki beberapa keuntungan. Dari segi biaya, jelas kolam ini lebih hemat karena tidak membutuhkan biaya lebih untuk pembuatan kolam.

Sumber air yang dipakai pada  kolam tanah ini berasal dari air sungai yang ada di sekitarnya. Penggunaan air sungai juga memberikan keuntungan bagi ikan gabus yang dipelihara. Sumber air yang terus mengalir akan memberikan nutrisi berupa pakan alami yang berasal dari sungai yang dibutuhkan oleh ikan gabus. Karena air terus mengalir dan berganti maka ikan gabus yang dipelihara juga lebih sehat.

2. Kolam Beton

Penggunaan kolam beton sebagai tempat hidup ikan gabus memang membutuhkan biaya lebih banyak untuk pembuatannya. Tetapi kolam jenis ini juga  memberikan beberapa kemudahan dan keuntungan bagi pemiliknya. Kolam beton akan lebih awet sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Selain itu memelihara ikan gabus pada kolam beton akan mempermudah saat panen. Dari segi perawatan, kolam beton juga lebih mudah dibersihkan. Keuntungan lainnya, ikan gabus hasil bididaya di kolam beton tidak akan berbau tanah saat dikonsumsi.

3. Kolam terpal

Hampir sama dengan kolam beton, kolam jenis ini akan memberikan keuntungan dan kemudahan, seperti lebih bersih, memudahkan dalam perawatan kolam dan juga saat panen.

Ikan yang dihasilkanpun tidak akan berbau tanah. Karena mudah untuk dibersihkan, ikan yang dibudidayakan di kolam terpal lebih sehat dan jarang terkena penyakit.

(Proses Pembenihan Ikan)

Memulai usaha budidaya ikan gabus, harus melalui proses pembenihan. Proses pembenihan bertujuan untuk mendapatkan benih ikan yang bagus dan sehat. Proses pembenihan akan melalui beberapa tahapan. Mulai dari pemilihan induk, pemijahan serta perawatan ikan/larva. Berikut langkah-langkahnya.

1. Pemilihan Induk Ikan

Untuk menghasilkan  benih yang bagus dan sehat, diperlukan indukan ikan yang bagus dan sehat pula. Induk yang sehat dan bagus dapat dilihat dari bentuk ikan yang sempurna tanpa cacat, gerakan gesit dan lincah, serta kulit ikan licin dan mengkilat. Induk ikan yang dipilih untuk pembenihan sebaiknya merupakan ikan yang matang dan memasuki masa kawin. Ikan gabus jantan dan betina yang sudah memasuki masa kawin akan  lebih agresif dan terlihat saling bekerjaran. Ikan gabus betina yang siap kawin bagian perutnya juga nampak lebih besar, dan apabila dipijat akan mengeluarkan butiran-butiran telur. Apabila ikan sudah menunjukkan gejala-gejala ini, maka ikan gabus sudah siap untuk dijadikan indukan dan melakukan pemijahan.

2. Pemijahan Ikan

Pemijahan adalah proses pengeluaran telur oleh indukan betina dan penyemprotan sperma oleh indukan jantan. Ikan gabus yang sudah siap dilakukan pemijahan, sebaiknya dipindahkan pada tempat tersendiri. Proses pemijahan biasanya berlangsung selama 3-4 hari sampai telur ikan sudah dikeluarkan dan menempel pada tanaman air yang ada pada kolam.

3. Perawatan Larva

Setelah 1-2 hari, telur-telur itu  menetas menjadi larva. Larva yang baru menetas mencukupi kebutuhan makan dari kuning telur yang menempel pada perut ikan. Jadi selama 2 hari, larva ikan tidak perlu diberi makan. Setelah berumur 2-5 hari larva mulai diberikan makan berupa anakan artemia dengan takaran 3 kali sehari. Larva berumur 5 hari bisa diberikan makanan tambahan berupa daphina dan mikropelet 3 kali sehari.

(Proses Penebaran Benih Ikan)

Ikan gabus siap dijadikan benih setelah berumur 2 minggu dari proses pemijahan. Proses penebaran benih ikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat ikan dalam keadaan belum makan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada ikan gabus kecil untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Karena pagi hari udara masih bersih dan kondisi kolam juga masih bersih.
Setelah proses penebaran ini, benih ikan gabus bisa diberikan makanan tambahan berupa pelet. Pelet diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan ikan. Kandungan protein yang terkandung dalam peletlah yang sangat dibutuhkannya.

(Perawatan dalam Budidaya Ikan Gabus)

1. Pemberian Pakan Ikan

Pemberian makan pada ikan gabus harus dilakukan secara teratur. Karena ikan gabus terrmasuk jenis ikan predator, ikan gabus bisa bersifat kanibal apabila merasa lapar dan tidak tersedia makanan yang cukup. Untuk menghindari ikan gabus memakan temannya sendiri, usahakan ikan cukup terpenuhi pakannya dengan memberinya makan sebanyak 3 kali sehari.

2. Pembersihan Kolam

Untuk menjaga kesehatan ikan, maka kebersihan  kolam harus diperhatikan. Kolam ikan dalam budidaya ikan gabus harus rajin dibersihkan dari sisa-sisa makanan dan juga kotoran yang berasal dari feses ikan. Ikan gabus yang termasuk pemakan segala ini tentunya akan meninggalkan banyak kotoran pada air kolam yang apabila tidak sering dibersihkan bisa mengganggu kesehatan ikan.
Pembersihan dilakukan dengan cara penggantian air kolam yang dapat dilakukan 1 minggu sekali. Untuk kolam tanah, pembersihan kolam bisa dilakukan dengan alami karena sumber air terus berganti yang berasal dari air sungai. Sedangkan untuk kolam beton dan terpal, pembersihan bisa dilakukan dengan pengurasan dan penggantian air kolam.

(Proses Panen Ikan)

Berbeda dengan budidaya ikan lainnya , proses panen ikan gabus dapat dilakukan secara bertahap. Panen bisa dilakukan pada ikan gabus yang lebih besar, kemudian secara bertahap pada ikan gabus dengan ukuran di bawahnya.

Sebaiknya penempatan ikan pada kolam disendirikan antara ikan berukuran besar dan kecil. Selain untuk memudahkan proses panen, pemisahan ikan untuk menghindari sifat kanibal ikan yang memakan temannya yang berukuran lebih kecil.


Budidaya ikan gabus bisa dijadikan alternatif usaha baik bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman. Selain mendatangkan keuntungan, membudidyakannya mempunyai prospek yang bagus karena ikan gabus merupakan ikan konsumsi yang  selalu dibutuhkan.


Demikian pembahasan mengenai Tahapan Dalam Budidaya Ikan Gabus untuk Pemula, semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih...

Tidak ada komentar untuk "Tahapan Dalam Budidaya Ikan Gabus untuk Pemula"